IBX5980432E7F390 Metode Penelitian Kualitatif – Tujuan, Karakersitik dan Strategi - AYO NAMBAH ILMU

Metode Penelitian Kualitatif – Tujuan, Karakersitik dan Strategi

Metode Penelitian Kualitatif  - Penelitian kualitatif merupakan suatu metode penelitian untuk mengekplorasi dan memehami makna yang oleh sejumlah individu atau sekelompok orang dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusiaan (Creswell, 2013).  Laporan akhir dari penelitian kualitatif mempunyai struktur atau kerangka yang fleksibel. Cara pandang yang digunakan pada penelitian ini yaitu bergaya induktif, berfokus terhadap makna individual, dan menerjemahkan kompleksitas suatu persoalan.

Penelitian kualitatif berawal dari lapangan yang didasarkan pada lingkungan yang alami, bukan berdasakan pada teori. Data dan informasi yang telah diperoleh dari lapangan diambil makna dan konsepnya, dipaparkan secara deskriptif analitik dan yang umumnya tanpa menggunakan angka, karena lebih mengutamakan proses yang terjadi dilapangan.

Tujuan penelitian kualitatif

Pada umumnya penelitian jenis ini tujuannya mencakup informasi tentang fenomena utama yang sedang dieksplorasi dalam suatu penelitian, partisipan penelitian, dan lokasi suatu penelitian. Penelitian kualitatif juga dapat menyatakan rancangan penelitian yang dipilih.

Dalam dunia pendidikan penelitian kualitatif mempunyai tujuan menggambarkan proses kegiatan pendidikan berdasarkan pada apa yang ada di lapangan sebagai bahan kajian untuk menemukan kekurangan dan kelemahannya sehingga bisa ditentukan upaya untuk memperbaikinya; menganalisis suatu gejala, fakta, dan peristiwa pendidikan yang ada di lapangan; menyusun suatu hipotesis yang berkaitan dengan konsep dan prinsip pendidikan yang didasarkan pada informasi dan data yang terjadi di lapangan.

Karaktrisitik Penelitian Kualitatif

Berikut ini beberapa Karaktrisitik yang dimiliki oleh penelitian kualitatif:

  1. Lingkungan alamiah (natural setting). Para peneliti kualitatif mengumpulkan data lapangan di lokasi yang mana para partisipan mengalami masalah atau isu yang akan diteliti. Para peneliti kualitaitf tidak melakukan perubahan setting lingkungan dan aktivitas para partisipan. Informasi dikumpulkan dengan jalan berbicara langsung kepada orang - orang dan melihat secara langsung mereka bertindak dalam konteks alamiah.
  2. Peneliti sebagai instrumen kunci (researcher as key instrument). Para peneliti kualitatif umumnya mengumpulkan sendiri data penelitiannya melalui observasi pelaku, dokumentasi, atau wawancara langsung dengan para partisipan. Para peneliti ini umunya tidak menggunakan instrumen atau kuesioner yang dibuat oleh peneliti lain, karena merekalah satu-satunya kunci penelitian itu.
  3. Beragam sumber data (multiple sources of data). Para peneliti kualitatif umumnya memilih mengumpulkan data yang diperlukan dari berbagai sumber seperti, wawancara, dokumentasi, dan observasi, daripada hanya berpatokan pada satu data sumber saja.
  4. Analisis data induktif (inductive data analysis). Para peneliti kualitatif membangun kategori-kategori, pola-pola dan tema-tema dari dasar ke atas (induktif) atau dari data-data yang terpisah menjadi suatu kesimpulan yang utuh.
  5. Makna dari para partisipan (participant’s meaning). Pada keseluruhan proses penelitian ini, peneliti harus berfokus pada usaha mempelajari makna yang diperoleh dari partisipan tentang isu atau masalah penelitian, bukan makna yang disampaikan oleh penulis atau peneliti lain dalam literatur-literatur tertentu.
  6. Rancangan yang berkembang (emergent design). Para peneliti kualitatif berpendapat bahwa penelitian kualitatif selalu berkembang dan dinamis. Hal ini dapat diaartikan bahwa rencana awal bukanlah suatu patokan yang harus dipatuhi, semua tahap penelitian bisa saja berubah setelah peneliti terjun kelapangan dan mengumpulkan data. Asalkan perubahan tersebut masih sejalur dalam mencapai tujuan penelitian yaitu memperoleh informasi menegenai masalah atau isu penelitian.
  7. Perspektif teoritis (theoritical lens). Para peneliti kualitatif tidak jarang menggunakan perspektif tertentu dalam melakukan penelitian sperti, etnografi, konsep kebudayaan, perbedaan gender, ras dan lainnya.
  8.  Bersifat penafsiran (interpretive). Para peneliti kualitatif membuat suatu interpretasi terhadap apa yang mereka lihat, dengar dan apa yang mereka pahami. Biasanya terjadi perbedaan interpretasi antara peneliti dengan para pembaca dan para partisipan, sehingga nampaklah bahwa penelitian kualitatif menawarkan pandangan yang beragam atas suatu isi atau masalah.
  9.  Pandangan menyeluruh (holistic account). Para peneliti kualitatif biasanya berusaha membuat suatu gambaran yang kompleks atas suatu isu atau masalah penelitian. Peneliti menggambarkan perspektif dan faktor yang terkait dengan masalah secara menyeluruh.

Strategi-strategi penelitian kualitatif

Berikut ini adalah setrategi dalam penelitian kualitatif:
1. Etnografi
•    Etnografi adalah cabang dari ilmu ilmu antropologi untuk menganalisis kebudayaan suatu bangsa atau masyarakat di lingkungan alamiah dalam periode waktu yang cukup lama dalam pengumpulan data utama, data observasi dan wawancara.
•    Tujuan dari analisis adalah guna memahami suatu pandangan hidup dari persfektif dari penduduk asli.
•    Penelitian ini dilakukan dengan obserfasi, pengamatan yang cukup panjang terhadap suatu kelompok, suku/masyarakat, untuk menemukan makna dari setiap perilaku, bahasa interaksi/sesuatu yang berhubungan dengan masyarakat itu sendiri.
2. Studi kasus
•    Peneliti menyelidiki secara cermat suatu program, peristiwa, aktivitas, proses, atau sekelompok individu.
•    Kasus dibatasi oleh waktu dan aktivitas, dan peneliti mengumpulkan informasi secara lengkap dengan menggunakan prosedur berdasarkan waktu yang telah ditentukan.
3. Fenomenologi
•    Peneliti mengidentifikasi hakikat pengalaman manusia tentang suatu fenomena tertentu.
•    Memahami pengalaman hidup manusia menjadikan filsafat fenomenologi sebagai suatu metode penelitian yang prosedur-prosedurnya mengharuskan peneliti mengkaji sejumlah subyek dengan terlibat secara langsung dan relatif lama di dalamnya untuk mengembangkan pola-pola dan relasi-relasi makna.
4. Grounded Theory
•    Peneliti memproduksi suatu teori umum dan abstrak dari suatu aksi, proses, atau interaksi tertentu yang berasal dari pandangan-pandangan partisipan.
•    Peneliti harus melalui sejumlah tahapan pengumpulan data dan penyaringan kategori-kategori atas informasi yang telah diperoleh.
•    Memiliki karakteristik utama, yaitu: (1) perbandingan konstan antara data dan kategori-kategori yang muncul dan (2) pengambilan contoh secara teoritis atas kelompok-kelompok yang berbeda untuk memaksimalkan kesamaan dan perbedaan informasi.
5. Naratif
•    Peneliti menyelidiki kehidupan individu-individu dan meminta seorang atau sekelompok individu untuk menceritakan kehidupan mereka.
•    Informasi ini diceritakan kembali oleh peneliti dalam kronologi naratif.
•    Pada tahap akhir penelitian, peneliti harus menggabungkan dengan gaya naratif  pandangan-pandangannya tentang kehidupan partisipan dengan pandangan-pandangan yang dimiliki oleh peneliti sendiri.
Metode Penelitian Kualitatif

Strategi Pengumpulan data

Berikut ini adalah strategi yang perlu dilakukan dalam penelitian kualitatif:
1.    Observasi kualitatif
Observasi kualitatif merupakan suatu observasi di mana peneliti terjun langsung ke lapangan guna mengamati perilaku dan kegiatan partisipan di lokasi penelitian. Pada obsevasi ini peneliti dapat merekam, mencatat baik secara terstruktur maupun tidak terstruktur. Biasanya peneliti terlibat dalam peran yang beragam, dapat sebagai partisipan utuh maupun non partisipan.
2.    Wawancara kualitatif
Pada wawancara kualitatif, peneliti kualitatif dapat mewawancarai secara berhadap-hadapan secara langsung atau face to face dengan partisipan, melalui telepon, atau juga dapat terlibat dalam focus group interview atau wawancara kelompok. Pertanyaannya berupa pertanyaan yang tidak terstruktur dan terbuka karena tujuan untuk menjaring opini dan pandangan partisipan terdapak suatu isu tertentu.
3.    Doukmen kualitaitf
Dokumen kualitatif dapat berupa dokumen publik sperti koran, majalah atau makalah ataupun berupa dokumen pribadi seperti diary, buku harian dan email.
4.    Materi audio dan visual
Data ini dapat berupa rekaman baik suara maupun gambar dan hasil cetakan seperti gambar, foto dan lukisan.

Itulah tadi sedikit pemaparan tentang metode penelitian kualitatif, semoga dapat memberikan manfaat.

Sumber: Creswell, J.W,(2013). Research Design.Thousand Oaks California: SAGE publications.

4 Komentar Untuk "Metode Penelitian Kualitatif – Tujuan, Karakersitik dan Strategi"

  1. izin share y gan materinya di blog saya, sngat bermnfaat..
    trimaksih

    ReplyDelete
    Replies
    1. okey gan... yang penting ga copy paste....

      Delete
  2. Apa tujuam akhir jika kita mambuatsebuah penelitian yangbberjudul "upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa sD

    ReplyDelete
    Replies
    1. menurut saya judul tsb masih kurang spesifik, mengatasi kesulitan belajar menggunakan apa? dalam mengatasi kesulitan belajar bisa dengan menggunakan media pembelajaran yang baru, bisa juga menggunakan metode pembelajaran yang baru.
      Mungkin judul itu bisa ditambah dengan sesuatu usaha yang nyata misal judulnya sperti ini:"Penggunaan Kartu Bergambar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SD Pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan".

      Tujuan dari penelitian itu jelas yaitu berhasil apa tidak penggunaan kartu bergambar untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

      Mungkin itu saja, jika ada salah2 kata mohon maaf...

      Delete